Meet our Sales Engineer dynamic-duo, Dea and Lambang — the latest addition to Samm Artha Indonesia’s dedicated team. Dea is a young woman who, to put it simply, is no stranger to the world of marketing. Since she graduated vocational high school, she already had a career in sales marketing while at the same time studying to get her bachelor degree in Electrical Engineering. Although she is quite a seasoned professional in this field, trying to market products and services for conveyor systems is a new territory for her. A wide-eyed ingenue of conveyor system, flew across the country from Jogjakarta to Balikpapan, eager to take her career and knowledge to a whole new level. Lambang, on the other hand, is playfully, a new player in the game. He is a fresh graduate in Electrical Engineering, the youngest member of our squad, and is also (perhaps even more) excited to get into the business. Although the conveyor system is also a new thing to him, he has a high determination and eagerness to learn and excel this area. For Lambang and Dea, this is not their first visit to PT. Kutai Refinery Nusantara (KRN). This might be their second visit, but what they are about to discover is nothing like they had experienced before. In this article, we will follow their footprints around the site of PT. KRN and take their knowledge onto another step.
Mari berkenalan dengan anggota baru dari team Samm artha Indonesia yang berdedikasi, Dea dan Lambang. Dea adalah seorang wanita muda yang sudah biasa berkecimpung dalam dunia pemasaran. Sejak lulus dari Sekolah Menengah Kejuruan, ia telah berkarier di bidang pemasaran sambil mengenyam pendidikan di jurusan Teknik Elektro. Meskipun ia cukup berpengalaman di bidang ini, memasarkan produk dan layanan untuk sistem konveyor merupakan hal baru baginya. Seorang yang sangat haus akan pengetauan tentang sistem konveyor, terbang dari Yogyakarta ke Balikpapan, untuk membawa karier dan pengetahuannya ke jenjang yang lebih tinggi. Sebaliknya, Lambang adalah pemain baru dalam dunia pemasaran sistem konveyor. Seorang lulusan baru Teknik Elektro, anggota termuda dalam tim kami, yang juga (bahkan mungkin lebih) bersemangat untuk terjun ke bisnis ini. Meskipun sistem konveyor juga merupakan hal baru baginya, ia memiliki tekad dan keinginan yang tinggi untuk belajar dan menguasai bidang tersebut. Bagi Lambang dan Dea, ini bukan kunjungan pertama mereka ke PT. Kutai Refinery Nusantara (KRN). Walaupun baru dua kali berkunjung, tetapi kunjungan kali ini akan sangat berdeba dengan kujungan mereka sebelumnya. Dalam artikel ini, kita akan menelusuri jejak mereka di PT. KRN sambil menyaksikan mereka membawa pengetahuan mereka ke tahap selanjutnya.
Their adventure in PT. KRN began with a knowledge sharing session provided by Mr. Imawan and Mr. Taufik. In a small meeting room, the session is opened by PT. KRN users sharing their concerns regarding their existing conveyor systems, the problem they faced, and what they hope to gain from this session.Continuing the session, Mr. Imawan — Flexco’s representative began to explain a little bit about Flexco’s products in general and how they could potentially help users with their problems. The first problem that he brought up in the discussion was belt cleaner damages that were caused by improper installation of conveyor belt fasteners. In his explanation, Mr. Himawan believed that a sign that a belt fastener is properly installed is when everything looks smooth without any bump. He also shared a tip on the things that need to be paid attention to when it comes to choosing the right fastener — which included belt tension, belt thickness, and the minimum pulley diameter.
Mr. Imawan also strongly recommended the use of tungsten for belt cleaners, which can only be utilized when the fastener is installed properly. Another problem that is commonly encountered at PT. KRN is conveyor belt mistracking. To solve that problem, he offered on of Flexco’s products, which was a tracker that could fix the belt position for at least 60 meters ahead. In order for the tracker to function properly, it has to be positioned at the very first point where the belt isn’t properly in place. The session continues with a product presentation by Martin Sprockets’s representative, Mr. Taufik. Started with a brief explanation on SEMA standardization implemented in their production, he continued to explain their QR Lagging product. Since our team has done a few cold pulley re-lagging projects at PT. KRN, Mr. Taufik thought this will be the perfect solution for PT. KRN’s pulley lagging problem. He expressed how QR Lagging will reduce the need for re-lagging every three months. Mr. Taufik then brought it home by explaining how even changing QR Lagging isn’t a hustle at all. It is a lot easier than gluing and welding everything all over again, just needs a little knock and shift, and the process would not even take a whole day. Bonus point, production can start immediately after the re-lagging process. After the sharing session ended, the adventure continues to PT. KRN’s production site.
Petualangan mereka di PT. KRN diawali dengan sesi berbagi ilmu yang diberikan oleh Bapak Imawan dan Bapak Taufik. Di ruang pertemuan yang kecil dan nyaman, sesi dibuka oleh para user PT. KRN yang berbagi tentang kendala dan ambatan yang mereka hadapi, dan harapan mereka untuk ke depannya. Melanjutkan sesi tersebut, Bapak Imawan — perwakilan Flexco mulai menjelaskan sedikit tentang produk Flexco secara umum, dan bagaimana produk tersebut berpotensi membantu user mengatasi permasalahan mereka. Permasalahan pertama yang beliau sampaikan dalam diskusi adalah kerusakan belt cleaner yang disebabkan oleh pemasangan fastener conveyor belt yang tidak tepat. Dalam penjelasannya, Pak Imawan berpendapat bahwa tanda fastener belt terpasang dengan benar adalah ketika semuanya terlihat mulus tanpa ada benjolan. Beliau juga membagikan tips tentang hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memilih fastener yang tepat — yang meliputi ketegangan belt, ketebalan belt, dan diameter minimum untuk pulley. Pak Himawan juga sangat menganjurkan penggunaan tungsten untuk belt cleaner yang hanya dapat digunakan jika pengikatnya terpasang dengan benar. Masalah lain yang sering ditemui di PT. KRN adalah kesalahan pelacakan conveyor belt. Sebagai solusinya, beliau menawarkan salah satu produk Flexco, yaitu tracker yang dapat memperbaiki posisi belt setidaknya sejauh 60 meter ke depan. Agar tracker dapat berfungsi dengan baik, tracker tersebut harus diposisikan pada titik pertama di mana belt tidak terpasang dengan benar. Sesi dilanjutkan dengan presentasi produk oleh perwakilan Martin Sprockets, Bapak Taufik. Dimulai dengan penjelasan singkat mengenai standarisasi SEMA yang diterapkan dalam kegiatan produksi mereka, dilanjutkan dengan penjelasan produk QR Lagging milik Martin Sprockets. Karena tim kami telah mengerjakan beberapa proyek cold re-lagging di PT. KRN, Bapak Taufik merasa ini akan menjadi solusi yang tepat untuk masalah pulley re-lagging di PT. KRN. Ia juga menerangkan bahwa QR Lagging akan mengurangi kebutuhan re-lagging per tiga bulan. Pak Taufik kemudian menjelaskan bahwa mengganti QR Lagging tidaklah sulit, bahkan jauh lebih mudah daripada merekatkan atau mengelas semuanya dari awal. Hanya dengan sedikit ketukan dan pergeseran, lagging dapat terganti. Prosesnya pun tidak akan memakan waktu seharian. Poin plusnya, produksi dapat dimulai segera setelah proses re-lagging. Setelah sesi tersebut berakhir, petualangan berlanjut ke lokasi produksi PT. KRN.
Along the second part of their journey, they encountered quite a handful of problems. The first one — one that has been identified before was the mistracking and carryback problem. It was also identified that the tracker in PT. KRN’s inventory only works two ways. They also took a closer look at the belt condition. Another problem that could be seen during their visit is regarding the belt cleaner, in which the pre cleaner and secondary cleaner are not installed far enough from each other, thus why they could not function properly. Although Lambang and Dea stumbled upon problems that needed fixing, they still had fun along the way as they expand their horizons and share a defining step of their careers — as well as some cheeky banters and giggles.
Selama tahap kedua dari petualangan ini, mereka menemukan beberapa masalah. Masalah pertama — yang telah diidentifikasi sebelumnya adalah masalah mistracking dan carryback. Mereka juga menemukan bahwa tracker milik PT. KRN hanya dapat bekerja dua arah. Tak hanya itu, mereka juga mengamati kondisi belt dengan seksama. Masalah lain yang terlihat selama kunjungan mereka adalah mengenai belt cleaner, di mana pre cleaner dan secondary cleaner dipasang dengan jarak yang terlalu dekat antara satu sama lain, sehingga belt cleaner tidak berfungsi dengan baik. Meskipun ini bukan perjalanan yang mulus bagi Lambang dan Dea, mereka tetap bersenang-senang sepanjang perjalanan sambil memperluas wawasan dan berbagi langkah yang ke depan yang sangat signifikan dalam karier mereka. Tentu saja mereka juga berbagi canda gurau untuk sejenak melepas penat.
As stated before, this isn’t Dea and Lambang’s first time visiting PT. KRN. On their second visit, they have gained so many new things to learn. For Dea, she has discovered various kinds of conveyor system such as screw and bucket elevators. As for Lambang, he learned how to stay on top of his game as a new sales engineer despite the conditions or whatever hurdles he has to face on the site. One important thing they can both agree on, they learned how to identify the issues and offer the suitable solution for our customers. This journey into the system has given them the joy of not only learning something new, but also getting the front row seat to an experience of working in a whole new different environment. “Although it was a long walk, but we had a lot of fun together,” Dea stated gleefully. In an equally excited tune, Lambang added, “Indeed, it was. I wouldn’t trade it for anything else.” To close this early chapter of their adventure, let us wish them both a very good luck on their other journeys to come.
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, ini bukanlah pertama kalinya Dea dan Lambang mengunjungi PT. KRN. Pada kunjungan kedua mereka ini, mereka mendapatkan banyak hal baru yang dapat mereka kaji. Bagi Dea, ia telah belajar tentang berbagai jenis sistem konveyor seperti screw dan bucket elevator. Sedangkan bagi Lambang, ia belajar untuk tetap semangat dalam bertugas sebagai Sales Engineer terlepas dari kondisi atau rintangan apa pun yang harus ia hadapi di lokasi. Satu hal penting yang mereka berdua sama-sama pelajari adalah bagaimana mengidentifikasi masalah dan menawarkan solusi yang tepat bagi pelanggan kami. Perjalanan mempelajari lebih dalam sistem konveyor ini telah memberi mereka kegembiraan karena tidak hanya mempelajari sesuatu yang baru, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk merasakan secara langsung pengalaman bekerja di lingkungan yang baru. “Meskipun bukan perjalanan yang mudah, tetapi kami tetap bersenang-senang bersama,” ujar Dea dengan gembira. Dengan nada yang sama gembiranya, Lambang menambahkan, “Benar sekali. Saya tidak akan menyia-nyiakan pengalaman berharga ini.” Sebagai penutup babak awal petualangan mereka ini, semoga mereka berdua diberikan kelancaran dalam perjalanan-perjalanan mereka selanjutnya.
