On the dawn of June 25th, our team of dedicated technicians went on a long journey to Tarjun, South Kalimantan for a lengthy project at PT. Indocement. From conveyor belt hot splicing, spot repair, and pulley relagging, they did it all before going home on the night of July 19th. On such long travel and an equally hard job to finish, there were so many things that they have to overcome — one of them is to be far away from home. On this article, we are introducing our team leader, Mr. Agus, who has been carving his footprint in the conveyor system industry for over 17 years. A man who has met and worked with so many people within his line of work. A team leader that every single member of our whole team look up to, and whom we can always count on for professionalism, excellence, and entertainment. For he is not only someone who is good at his job, but also good at keeping the good mood at the office or on the field.
Pada dini hari tanggal 25 Juni, tim teknisi kami yang berdedikasi melakukan perjalanan panjang ke Tarjun, Kalimantan Selatan untuk sebuah proyek panjang di PT. Indocement. Dari hot splicing, spot repair, dan relagging pulley, semua harus mereka selesaikan sebelum kembali pulang pada tanggal 19 Juli malam. Dalam perjalanan yang begitu jauh dan pekerjaan yang sama sulitnya untuk diselesaikan, ada begitu banyak tantangan yang harus mereka hadapi — salah satunya adalah berada jauh dari rumah. Pada artikel ini, kami akan memperkenalkan team leader kami, Bapak Agus, yang telah mengukir jejaknya di industri sistem konveyor selama lebih dari 17 tahun. Seorang pria yang telah bertemu dan bekerja dengan begitu banyak orang dalam bidang pekerjaannya. Seorang team leader yang dihormati oleh seluruh anggota tim kami, dan selalu dapat diandalkan dalam profesionalisme, keunggulan, dan hiburan. Karena dia bukan hanya seseorang yang ahli dalam pekerjaannya, tetapi juga dalam menjaga suasana hati yang baik di kantor kami maupun di lapangan.
As the man said on our interview, on this project that almost lasted for a month, Mr. Agus and his team had quite an interesting journey to the job site. The first hurdle they had to deal with on their way to PT. Indocement, was a case of a flat tire. Thankfully, they brought a spare tire with them, so with their nimble fingers, they immediately replace the flat tire with a spare. Problem solved, or so they thought because just a few kilometers after that, the spare tire also popped. This second incident of flat tire sent quite a panic to them
since they were in the middle of nowhere, and the nearest tire shop is kilometers away. So, with extra cautiousness and lots of prayer, they crawled their way to the first tire shop they encounter and fixed the tire. Once the tire was as good as new, they hopped back in and went on their way. After a long stressful day on the road, they finally arrived at PT. Indocement and took some rest before they started working the next morning. During their work at PT. Indocement, there was no problem they couldn’t fix. Still to this day, the multiple flat tire incidents were the ones that stuck out the most. The project itself was supposed to be for four days only, but it turned out to be a long one because with high quality results, our team has established more credibility and had been entrusted by PT. Indocement to work on more projects that extended their stay in Tarjun.
Seperti yang dikatakan Pak Agus dalam perbincangan kami, dalam proyek yang hampir berlangsung sebulan ini, Pak Agus dan timnya menjalani perjalanan yang cukup menarik menuju lokasi kerja. Kendala pertama yang harus mereka hadapi dalam perjalanan menuju PT. Indocement adalah ban kempes. Untungnya, mereka membawa ban serep, sehingga dengan cekatan mereka segera mengganti ban yang kempes tersebut dengan ban serep. Masalah teratasi, atau begitulah yang mereka kira karena hanya beberapa kilometer setelah itu, ban serep yang telah terpasang juga meletus. Kejadian ban kempes yang kedua ini membuat mereka panik karena mereka berada di antah berantah, dan bengkel ban terdekat berjarak beberapa kilometer ke depan. Maka, dengan sangat hati-hati dan banyak berdoa, mereka merangkak menuju bengkel ban pertama yang mereka temui dan segera memperbaiki ban tersebut. Setelah ban kembali seperti baru, mereka kembali ke melanjutkan perjalanan. Setelah seharian dalam perjalanan yang sangat melelahkan, mereka akhirnya tiba di PT. Indocement dan beristirahat sejenak sebelum mulai bekerja esok hari. Selama bekerja di PT. Indocement, tidak ada masalah yang tidak bisa mereka atasi. Hingga hari ini, insiden ban kempes tersebut adalah momen yang paling menonjol sampai sekarang. Proyek ini sendiri seharusnya hanya berlangsung selama empat hari, tetapi dengan hasil yang berkualitas tinggi, tim kami semakin memiliki kredibilitas dan telah dipercaya oleh PT. Indocement untuk mengerjakan lebih banyak proyek lagi yang memperpanjang masa kerja mereka di Tarjun.
A long project like this was certainly not the first one for Mr. Agus and his team. So, even though they were met with troubles along the way, they could always conquer them as a solid team.Feeling physically and mentally exhausted is a common thing, but the most important thing for them is to keep each other safe and motivated. Being away from home for such a long time, feeling immense weariness, one thing that they always keep at the top of their heads and hearts is their families. Mr. Agus himself left his wife and four kids at home, so when we asked if he missed them dearly, he answered, “Yes, absolutely.” Something that he missed the most during his absence from home are his kids. “Just watching them do so many things and grow up in front of my eyes is definitely something that no amount f money can buy,” he added. Just like so many of us, their families are the first people that keep them motivated during every single project. “The money is good, but what makes it more valuable is the fact that it goes back to my family. Making sure that I can provide for my family at home is the most important thing to me. That’s how I keep my team and myself motivated,” Mr. Agus stated. With his family in mind, another thing that Mr. Agus would always point out to his team is to work with sincerity — because to him, when we work with sincerity in out hearts, everything will go smoothly.
Proyek panjang seperti ini tentu bukan yang pertama bagi Pak Agus dan timnya. Jadi, meskipun mereka menghadapi masalah di sepanjang jalan, mereka selalu bisa mengatasinya sebagai tim yang solid. Merasa lelah secara fisik dan mental adalah hal yang biasa, tetapi yang terpenting bagi mereka adalah menjaga satu sama lain tetap agar aman dan termotivasi. Berada jauh dari rumah untuk waktu yang lama, merasakan kelelahan yang luar biasa, dan satu hal yang selalu mereka ingat adalah keluarga mereka. Pak Agus sendiri meninggalkan istri dan keempat anaknya di rumah, jadi
ketika kami bertanya apakah Pak Agus sangat merindukan mereka, ia menjawab, “Ya, tentu saja.” Sesuatu yang paling dirindukannya selama ketidakhadirannya dari rumah adalah anak-anaknya. “Melihat mereka melakukan begitu banyak hal dan menyaksikan mereka tumbuh di depan mata saya jelas merupakan sesuatu yang tidak dapat dibeli dengan uang sebanyak apa pun,” tambahnya. Sama seperti pekerja lainnya, keluarga mereka adalah orang pertama yang membuat mereka tetap termotivasi dalam setiap proyek. “Rejekinya memang banyak, tetapi yang membuat rejeki yang didapat lebih berharga adalah mengetahui bahwa uang itu nantinya akan menjadi manfaat untuk keluarga saya. Memastikan bahwa saya dapat menafkahi keluarga di rumah adalah hal terpenting bagi saya. Itulah cara saya menjaga motivasi diri dan tim saya,” ujar Bapak Agus. Selalu mengingat keluarga, hal lain yang selalu Bapak Agus tekankan kepada timnya adalah bekerja dengan ikhlas — karena baginya, ketika kita bekerja dengan ikhlas, semuanya akan berjalan lancar.
