Previously, we talked about conveyor belt mistracking, the causes, and the solutions. Just as mentioned in the previous article, one of the causes of mistracking is uneven discharge that can potentially build up, resulting in conveyor carryback. Carryback itself is another major concern that our team discovered during their visit to PT. Kutai Refinery Nusantara. This problem is also very common in other industries. Carryback, essentially, is the material that got stuck to the conveyor parts after the point of discharge. The material that sticks to the belt surface after the discharge point is carried back on the return run, and it usually drops off the belt into undesirable locations.
Sebelumnya, kita telah membahas tentang mistracking pada belt konveyor, penyebab, dan solusinya. Seperti yang telah disebutkan di artikel sebelumnya, salah satu penyebab mistracking adalah pembuangan material yang tidak merata yang berpotensi menumpuk, sehingga mengakibatkan carryback pada konveyor. Carryback sendiri merupakan masalah utama lain yang ditemukan tim kami saat kunjungan mereka ke PT. Kutai Refinery Nusantara. Permasalahan ini juga merupakan permasalahan yang sering ditemukan di berbagai macam industri. Carryback, pada dasarnya, adalah material yang menempel pada bagian-bagian konveyor setelah titik pembuangan. Material yang menempel pada permukaan belt setelah titik pembuangan terbawa kembali pada jalur balik, dan biasanya jatuh dari belt ke lokasi yang tidak diinginkan.
Carryback is such a concern because it leads to many other big concerns. Carryback reduces efficiency, increases maintenance costs, reduces plant safety, reduces product quality, shortens the belt life, and leads to premature component failure. Carryback usually consists of the worst-condition cargo for the belt. These particles are generally small in size and contain higher moisture levels compared to other load, making them more likely to cling. When they dry, they can form a cement-like substance that is hard to remove, leading to belt and equipment damage, also clogs in transfer chutes. All of these problems will result in conveyor downtime or costly repairs. The cost itself is not always easy to determine, and even a small amount of carryback can quickly becomes a huge problem for the user. The dust from carryback can also lead to risks such as fire explosion and hazards like slips, trips, falls, and even serious health risks to personnel.
Carryback menjadi salah satu hal utama yang harus diperhatikan karena dapat memicu banyak masalah besar lainnya. Carryback mengurangi efisiensi, meningkatkan biaya perawatan, mengurangi keselamatan pabrik, mengurangi kualitas produk, memperpendek umur belt, dan menyebabkan kegagalan prematur pada komponen konveyor. Carryback biasanya terbentuk dari bawaan belt dengan kondisi terburuk. Partikel-partikel ini umumnya berukuran kecil dan mengandung kadar air yang lebih tinggi dibandingkan dengan muatan lainnya, sehingga lebih mudah menempel. Ketika mengering, partikel-partikel ini dapat membentuk zat seperti semen yang sulit dihilangkan, yang dapat menyebabkan kerusakan pada belt dan komponen lainnya, serta penyumbatan pada transfer chute. Semua masalah ini akan mengakibatkan waktu henti konveyor atau perbaikan yang mahal. Biayanya perawatannya sendiri sulit untuk diperkirakan, dan bahkan carryback dalam skala kecil pun dapat dengan cepat berubah menjadi masalah besar bagi user. Debu dari carryback juga dapat menyebabkan risiko seperti ledakan kebakaran dan bahaya seperti terpeleset, tersandung, terjatuh, dan bahkan risiko kesehatan yang lebih serius bagi personel.
So, how can we prevent carryback from happening? The first thing that we can do is to install belt cleaners. Belt cleaners, in whatever form they come — be it scrapers, brushes, or air cannons can be installed to remove carryback. Secondly, is to pay attention to material properties. Adjusting material that’s loaded, such as its moisture content or particle size, can help to reduce carryback. Thirdly, implementing a belt cleaning system. Advance systems can capture or remove carryback, and prevent it from building up in unwanted areas. Lastly, is getting ourselves familiar with proper maintenance. Regular maintenance and maintenance for the conveyor system, including belt cleaners and other components can help prevent carryback issues. If your conveyor system is having this issue, call our team to discuss more on how to take care of it!
Jadi, bagaimana kita bisa mencegah terjadinya carryback? Hal pertama yang bisa kita lakukan adalah memasang belt cleaner. Belt cleaner, apa pun jenisnya — baik itu pengikis, sikat, atau air cannon — dapat dipasang untuk menghilangkan carryback. Kedua, perhatikan sifat material. Penyesuaian material yang dimuat, seperti kadar air atau ukuran partikelnya, dapat membantu mengurangi carryback. Ketiga, terapkan sistem belt cleaning. Sistem belt cleaning yang canggih dapat menangkap atau menghilangkan carryback, dan mencegahnya menumpuk di area yang tidak diinginkan. Terakhir, biasakan diri kita untuk menerapkan metode perawatan yang tepat. Perawatan dan pemeliharaan rutin untuk sistem konveyor, termasuk belt cleaner dan komponen lainnya, dapat membantu mencegah masalah carryback. Jika sistem konveyor Anda mengalami masalah ini, hubungi tim kami untuk berdiskusi lebih lanjut untuk solusinya!
